Saturday, March 1, 2014

COKLAT FILSAFAT (Cerita Mini)

                                                                        


COKLAT FILSAFAT
                Fela, anak kelas empat dasar ini adalah keponakan saya yang selalu mendapa rangking dikelasnya! Dia sangat senang memakan permen coklat, uang jajan per hari Rp.4000 sering ia tabung demi membeli permen coklat kesukaanya. Ayahnya sudah beberapa kali mengigatkan Fela jikalau coklat dapat membuat giginya ompong, akan tetapi rasa cintanya makan coklat sudah mendarah sumsum bak orang kecanduan. Larangan ayahnya ini tidak membuat fela berhenti memakan coklat kesukaanya. 

                Hari Sabtu, tepat pembagian Rapor akhir tahun ajaran. Lagi-lagi Fela mendapat rangking satu dikelasnya. Sore harinya ketika Fela masuk kamarnya hendak mengambil boneka tiba-tiba ada kotak persegi berwarna merah tergeletak di samping bantal tidurnya, di samping kotak misterius tersebut ada secarik kertas bertuliskan “Coklat Filsafat Untuk Peri Kecil”, rasa keingintahuan Fela akan isi kotak tersebutpun bertambah tanpa menghiraukan kotak tersebut punya siapa, karna yang jelas kotak misterius tersebut ditunjukan untuknya. 

                Dengan cepat Fela membuka kotak persegi berwarna merah itu, didalamnya terdapat tujuh butir coklat. Apakah ini coklat dari dunia peri? – tanya Fela dalam hati. Fela menutup pintu kamarnya kemudian menguncinya dari dalam, dia ambil kotak tersebut beserta isinya menuju kursi disebelah jendela kamarnya yang menghadap ke halaman belakang rumahnya yang rindang. Dengan rasa penasaran akan rasa coklat tersebut  Fela mengambil satu butir kemudian langsung mengunyahnya. Akan tetapi hal aneh terjadi, Fela muntah-muntah dan merasakan pahit yang luar biasa menjalar di mulut dan tenggorokanya, itu bukanlah coklat, tujuh butir  yang Fela rasa coklat ialah isi dari buah pohon Mahoni yang mempunyai rasa pahit sangat luar biasa. Merasa tertipu fela melemparkan kotak tersebut kelantai kamarnya,  sambil meminum air untuk menghilangkan rasa pahit tadi Fela melihat ada secarik kertas lagi di dalam kotak tersebut. Botol minum dia letakan diatas meja belajarnya, kemudian dia mengambil secarik kertas tersebut dan menuju ranjang tidurnya, kertas tersebut bertuliskan :

                                Hidup itu tidak selalu manis, terkadang pahit; asam dan bahkan mati rasa. Dari coklat tersebut kamu akan belajar bahwa masih ada hal lain yang lebih menyenangkan daripada coklat yang kau beli setiap harinya”

                Dipojok bawah kiri surat tersebut tertulis nama ayahnya, sambil menangis Fela keluar kamar dan menghampiri ayahnya yang sedang membaca koran di teras depan.

By :Ali Ahsan
@aliahsanID

No comments:

Post a Comment