Showing posts with label Ramadhan 2023. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan 2023. Show all posts

Monday, April 10, 2023

Jelajah Malam Ramadhan: Pasar Roma Malang

Jl. Gatot Subroto Malang/Ali Ahsan Al Haris/2023

Bagi warga Malang, tentu tidak asing mendengar tentang Pasar Roma atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pasar Maling. Pasar ini terletak di kawasan Jalan Gatot Subroto, berdekatan dengan Kampung Warna-warni Jodipan, Apotek Boldy, atau Klenteng Eng An Kiong, dan telah menjadi tempat jual-beli dadakan sejak tahun 1980-an.

Pasar Roma mulai dasar setiap malam mulai pukul 19.00 hingga tengah malam atau bahkan menjelang subuh. Di sini, Anda dapat menemukan bermacam-macam barang, mulai dari yang baru, bekas, bahkan barang impor. Ada sekitar dua ratusan pedagang yang memadati kawasan ini setiap malam, dan mereka akan menggelar jualan di trotoar atau memanfaatkan lahan di depan toko-toko yang sudah tutup.


Pasar Roma dikenal dengan sebutan Pasar Maling karena dulu banyak dugaan barang curian yang dijual di sini, namun kini pasar dadakan ini sudah menjadi tempat yang aman untuk berbelanja. Orang-orang di pasar sudah tertib dan ramah, serta barang-barang yang dijual harganya juga terjangkau dan bisa ditawar lebih dulu. Sebelum memutuskan untuk membeli, pelanggan juga boleh memeriksa semua detail barang secara teliti.

Sunday, April 9, 2023

Tadabbur Esai "Yang Baik Baiklah, Yang Jahat Jahatlah"



Edisi hari ini, saya mau mentadabburi sebuah esai yang ditulis oleh Mbah Nun (Emha Ainun Nadjib) yang dipublikasikan di situs webnya, CakNun.com. Tulisan tersebut berjudul "Yang Baik-Baiklah, Yang Jahat-Jahatlah" dan dipublikasikan pada 15 Juni 2021.


Tulisan ini berisi pemikiran yang mendalam tentang bagaimana seharusnya manusia bertindak dalam menghadapi perilaku buruk orang lain terhadap diri mereka sendiri. Mbah Nun berpendapat bahwa setiap manusia memiliki kewajiban untuk menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, seperti yang Allah sendiri telah firmankan dalam ayat-ayat suci Al-Quran. Selain itu, Mbah Nun juga menekankan pentingnya menghindari perilaku masokhisme sosial, di mana seseorang menikmati keburukan manusia lain.

Pandangan saya, dalam tulisannya ini dan banyak kita temui juga pada tulisan-tulisannya yang terbit sejak tahun 80 an sangat relevan dengan situasi yang terjadi di masyarakat kita saat ini, di mana sering terjadi konflik dan pertentangan antar individu. Tulisan ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga integritas diri dan memperlakukan orang lain dengan baik, bahkan ketika mereka merugikan atau menyakiti kita.

Secara keseluruhan, tulisan ini sangat layak untuk direnungkan dan dijadikan panduan bagi setiap orang dalam berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya.

Mbah Nun juga menyadari bahwa manusia tidak selalu mampu menghindari perbuatan buruk, dan saat mereka melakukan kesalahan, maka hal yang harus dilakukan adalah bertobat dan meminta maaf kepada Allah serta orang yang telah disakiti.

Dalam Islam, ada beberapa sikap yang harus diambil saat seseorang merasa telah melakukan kesalahan, di antaranya adalah mengakui kesalahan, menyesali dan memohon maaf kepada Allah dan orang yang telah disakiti, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut di masa depan.

Dalam esai tersebut, Mbah Nun juga menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk merusak tali silaturahmi, meski ada dari kita yang merasa telah disakiti oleh orang lain. Sebagai manusia yang beriman, kita harus memperlihatkan sikap toleransi, saling menghargai, serta saling memaafkan.

Dalam Islam, memaafkan orang yang telah berbuat salah adalah tindakan yang mulia. Allah SWT juga menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Oleh karena itu, Mbah Nun mengajak semua orang untuk berbuat kebaikan dan memaafkan kesalahan orang lain, sehingga tercipta keharmonisan dan kebahagiaan di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai penutup dan rasa hormat saya kepada gurunda, lagi dan lagi sosok Mbah Nun sangat sangat menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan sikap toleransi, perdamaian, dan memaafkan kesalahan orang lain.

Baca serial tulisan Ramadhan 2023 di sini


Saturday, April 8, 2023

Kisah Budi Menjadi Petani yang Berdaulat


Cerita ini terinspirasi dari tulisan-tulisan Cak Agung yang saban hari ia tulis di halaman facebooknya. Bagi kalian yang bosan dan tidak suka suatu pesan disampaikan dengan gaya memble seperti ini, kalian bisa langsung nengok profil facebooknya. Kalian akan banyak membaca tulisan-tulisan yang cadas, trengginas dan provokatif yang akan mengagitasi kalian. Hahaha

***
Gambar: Ilustrasi perlawanan Banten terhadap VOC(kemdikbud.go.id)
 Kisah Budi Menjadi Petani yang Berdaulat/Ali Ahsan Al Haris/2023

Di suatu desa kecil di pedalaman Indonesia, hidup seorang petani bernama Budi. Budi hidup dalam keadaan yang sangat sederhana dan bergantung pada hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Meskipun hidupnya sulit, Budi sangat percaya pada ideologi sosialis yang diyakininya dapat membawa kemakmuran dan keadilan bagi semua orang.

Setiap hari, Budi bekerja keras di ladangnya untuk menanam padi dan sayuran. Dia juga terlibat dalam kegiatan sosial di desanya, seperti gotong-royong membersihkan jalan, membangun irigasi, dan membantu tetangganya dalam berbagai hal. Budi percaya bahwa kerja sama dan saling membantu adalah kunci untuk mencapai kemakmuran bersama.

Friday, April 7, 2023

Suamiku Meninggal Tepat Setelah Aku Naik Jabatan

Suamiku Meninggal Tepat Setelah Aku Naik Jabatan/Ali Ahsan Al Haris.
Gambar Hanya Ilustrasi, Sumber Gambar: pasjabar.com


Ia adalah dokter Gigi di salah satu Puskesmas di Malang. Suaminya meninggal tepat setelah ia serah terima jabatan menjadi Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Sebut saja namanya dokter Dewi. Sejak menjadi PNS, ia beberapa kali berpindah pindah Puskesmas. Saya juga baru tahu jika hal itu bisa terjadi asalkan tetap di dalam satu wilayah kerja (Kab/Kota) dan di Puskesmas yang ia tuju memang sedang membutuhkan dokter gigi. Jadi, tidak perlu menunggu 10 tahun lebih pengabdian untuk mutasi ke tempat lain.

Sejak 2019 ia berdinas di Puskesmas yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Ia sangat senang lantaran di pagi hari masih memiliki cukup waktu "ngrumat kedua anaknya". Suaminya pulang seminggu sekali lantaran bekerja di luar kota. Dalam beberapa kesempatan, jadwal pulang bisa sebulan hanya sekali karena begitu padatnya pekerjaan. Alasan itu yang kemudian menjadikannya rela berpindah-pindah Puskesmas asal dekat dengan rumahnya.

Thursday, April 6, 2023

Perjalanan Mimpi dan Perubahan Hidup

 Perjalanan Mimpi dan Perubahan Hidup/Ali Ahsan Al Haris/2023

Sudah empat hari Karjo lemah dan tak berdaya, ia terbaring sakit di rumah selama empat hari. Ia merasakan sakit kepala dan demam tinggi yang membuatnya sulit untuk tidur dengan nyenyak. Setiap kali ia tertidur, Karjo mengalami mimpi-mimpi yang cukup aneh.

Pada salah satu mimpinya, Karjo bertemu dengan Mahatma Gandhi. Karjo merasa sangat terkejut karena ia tidak pernah mempelajari sejarah atau budaya India secara mendalam. Namun, Mahatma Gandhi tampaknya sangat dekat dengan hati Karjo, dan mereka berbicara tentang kemanusiaan dan hak asasi manusia. Karjo merasa seperti ia bisa merelakan semua rasa sakitnya saat itu dan berbicara dengan Mahatma Gandhi seperti seorang teman lama.

Mimpi Karjo tidak berhenti disitu saja. Dia kemudian bertemu dengan seorang tokoh sejarah Indonesia, yaitu Tan Malaka. Karjo sangat terkesan dengan cerita Tan Malaka tentang perjuangannya melawan penjajahan Belanda dan dia ingin belajar lebih banyak dari Tan Malaka tentang sejarah dan perjuangan Indonesia. Atau setidaknya menjadi pribadi yang idealis dalam mempertahankan prinsip-prinsip hidup.

Wednesday, April 5, 2023

Hutang dan Meninggalkan Hutang

 Hutang dan Meninggalkan Hutang/Ali Ahsan Al Haris/2023
Sumber Gambar: merdeka

Kurang tahu apakah sekarang masih ada SPP, atau mungkin diganti dengan uang gedung dan sejenisnya. Pernah dimintai tolong rekan menemaninya menghadap ke kepala sekolah lantaran memohon agar SPP nya dapat diturunkan. Alasannya karena Ayahnya sudah meninggal dan Ibunya hanyalah Ibu Rumah Tangga biasa (tidak ada pekerjaan). Rekan saya ini anak pertama dari tiga bersaudara. Sejak kepergian Ayahnya, ekonomi keluarga menjadi goyah lantaran sumber penghasilan hilang bersamaan dengan kepergian Ayahnya.

Saya tidak begitu mengenal dengan rekan saya ini, ya sekedar sering bertemu di kantin dan perpustakaan. Latar belakang keluarga termasuk profesi ayahnya dulu juga tidak saya ketahui. Karena iba dengan apa yang rekan saya alami, tawaran untuk menemaninya menghadap ke Kepala Sekolah tidak bisa saya tolak.

Sesampainya di ruang Kepala Sekolah, saya hanya mendengarkan keluhan yang ia sampaikan ke Bu Kepsek. Di ruang Bu Kepsek itulah saya baru tahu kalau Ayahnya dulunya seorang PNS. Singkatnya proses permohonan agar SPP rekan saya ini dapat diturunkan gagal. Bu Kepsek percaya bahwa masih ada uang pensiunan Ayahnya yang dapat digunakan untuk membayar SPP. Beliau memberi opsi jika rekan saya mau, agar mendaftar beasiswa yang kebetulan dua hari lalu baru dibuka.

Sunday, April 2, 2023

135 Anak Bangsa Merenggang Nyawa


135 Anak Bangsa Merenggang Nyawa/Ali Ahsan Al Haris/2023.
Sumber Gambar: dw(dot)com

Karjo tiba-tiba terbangun dari tidurnya, ia merasa berada di sebuah dunia yang aneh. Di sekitarnya, ia melihat gedung-gedung dengan menara yang tinggi, jalan-jalan yang kosong, dan langit yang berwarna abu-abu. Namun, hal paling aneh adalah ia tidak dapat merasakan tubuhnya. Ia merasa hampa dan kosong, seperti ada di dunia yang bukan miliknya.

Karjo kemudian berjalan melalui jalan-jalan kosong itu, mencari tahu di mana ia berada. Tiba-tiba, ia melihat sosok misterius yang berlari di hadapannya. Sosok itu memakai jubah panjang dan topi yang menutupi wajahnya. Ia merasa penasaran dan memutuskan untuk mengikutinya.


Sosok misterius itu membawa Karjo ke sebuah gedung yang besar, dengan pintu-pintu yang terbuka lebar. Di dalam gedung itu, ia melihat manusia-manusia yang memakai topeng hewan, berdansa dan bernyanyi di tengah kerumunan. Ada yang memakai topeng harimau, tikus, kucing, dan berbagai binatang lainnya. Ia terkejut dan bingung, tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Saturday, April 1, 2023

Kisah Karjo dan Si Pemabuk

Kisah Karjo dan Si Pemabuk/Ali Ahsan Al Haris/2023

Karjo adalah seorang pria paruh baya yang hidup sendirian di sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Ia adalah seorang tukang kayu yang pandai, namun hidupnya jauh dari istimewa. Ia tidak punya keluarga dan teman yang dekat, sehingga ia sering merasa kesepian dan terisolasi.

Tetangga-tetangga di sekitar rumah Karjo juga tidak terlalu menyukainya, terutama seorang tetangga yang sering mabuk dan membuat keributan di tengah malam. Setiap kali si pemabuk itu mabuk, ia akan berteriak-teriak dan merusak barang-barang di rumah Karjo, serta mengganggu ketenangan lingkungan sekitar.


Meskipun begitu, Karjo selalu mencoba untuk tetap sabar dan menghadapi gangguan itu dengan kesabaran. Ia berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang damai dan tanpa konflik.

Suatu malam, ketika si pemabuk itu kembali mabuk dan merusak rumah Karjo, Karjo merasa sangat kesal dan tidak tahan lagi. Ia merasa bahwa ia sudah cukup sabar selama ini dan ia tidak bisa terus menerima gangguan itu.


Namun, ketika ia sedang berpikir untuk memanggil polisi atau melakukan tindakan lain untuk menghentikan pemabuk itu, tiba-tiba Karjo melihat sebuah cahaya terang yang menyilaukan dari langit. Cahaya itu semakin lama semakin dekat, dan ketika Karjo melihat lebih dekat, ia melihat sebuah UFO yang mendarat tepat di depan rumahnya.

Friday, March 31, 2023

Sendiri dan Terusir

Sendiri dan Terusir/Ali Ahsan Al Haris/2023

Di desa Durian Runtuh, Karjo membangun peternakan ayam yang cukup besar. Idenya membangun peternakan di pojokan desa sejalan dengan arahan Pemerintah Desa. Disana ada lahan milik desa yang luasnya 30 hektar lebih dan kurang produktif untuk pertanian, kondisinya cukup gersang dan jarak terdekat dari rumah penduduk mencapai 3 km. Selain peternakan ayamnya, hanya terdapat beberapa kandang kerbau milik warga desa. Karjo sangat senang, bisnis peternakan ayamnya bakal minim keluhan dari warga sekitar, terutama bau kotoran ayamnya yang sangat menyengat.


Sampai saat ini, bisnis peternakan ayamnya sudah berjalan dua belas tahun. Karjo kini banyak dibantu Paidi anak pertamanya, si bungsu mondok di Gontor Ponorogo dan belum lulus, terakhir bertemu dengannya, Karjo berharap kedua anaknya kelak yang melanjutkan bisnisnya.


Dua belas tahun berjalan, banyak usaha sejenis yang menjadi kompetitor Karjo. Di areal peternakannya saja, ada tiga pemilik peternakan ayam potong. Karjo sendiri tidak merasa keberatan dengan hal itu, adanya kompetitor sejenis membuatnya semakin giat belajar dan kreatif dalam menjalankan bisnis.

Lahan seluas 30 hektar lebih milik Pemerintah desa memang dijadikan khusus sebagai areal peternakan. Para peternak membayar retribusi per meter Rp. 75.000 setiap tahunnya. Kebayang dong berapa pemasukan desa per tahun dari para peternak yang menyewa lahan di sana.

Thursday, March 30, 2023

Santap Gagasan, Eka Kurniawan dan Kafe Baca

Santap Gagasan, Eka Kurniawan dan Kafe Baca

Nurman sangat berterima kasih kepada Karjo lantaran pernah mengajaknya ke acara #Santap_Gagasan di Kafe Baca pada tahun 2016. Karjo tahu jika Nurman sangat mengidolakan Eka Kurniawan, ia mengaku bahwa novel Cantik itu Luka menjadi alasan kuatnya untuk membaca karya sastra.

Saat Nurman dan Karjo tiba di Kafe Baca, tempat itu sudah dipenuhi oleh banyak peserta. Mereka kebingungan mau duduk di mana, beruntung ada Mas Isa yang membantu mereka mencarikan tempat duduk agar dekat dengan Eka Kurniawan. Acara yang semestinya dimulai pukul 7 malam agak molor karena Eka Kurniawan dan Mas Yusri Fajar datang terlambat, namun hal itu tidak membuat peserta acara menjadi lesu. Malah, semakin malam, peserta yang datang semakin banyak.


Kafe Baca bagi Nurman merupakan sebuah tempat yang sangat berarti. Keberadaannya di tengah-tengah banjir informasi yang semakin deras membuat Kafe Baca menjadi tempat yang cocok untuk memilah dan menyaring informasi yang hari ini begitu kompleks. Nurman menganggap Kafe Baca sebagai sebuah pulau yang dihuni oleh para penggiat yang selalu siap membagikan air jernih yang telah mereka kumpulkan selama perjalanan mereka.

Wednesday, March 29, 2023

Drama Bahagia

Drama Bahagia/Ali Ahsan Al Haris/2023


“Awak dewe neng kene isok guya-guyo. PR-e awak dewe gowo rasa bahagia seng saiki dirasake ke keluarga neng omah”, ucap salah satu rekan saya di tengah-tengah obrolan, anggap saja namanya Karjo.

Begini, di antara kita tentu memiliki aktivitas di luar rumah. Mulai dari urusan pekerjaan, silaturahmi, moloekatan bahkan padu. Di dalam aktifitas yang kita jalani khususnya ngobrol, sebagian orang atau bahkan diri kita sendiri merasa lepas. Lepas yang saya maksudkan adalah rasa bahagianya berlimpah ruah daripada saat di rumah dengan keluarga. Kita seolah bebas mau bertindak dan berucap apa saja, merasa sefrekuensi dengan rekan-rekan kita di tongkrongan dan menganggap merekalah yang bisa mengerti diri kita.


Kita seolah menjadi orang lain saat di luar rumah. Menjadi lebih bahagia, lepas dan terkadang tak terkontrol. Rumah dan keluarga seolah menjadi benteng, perasaan bahagia kita tetiba hilang. Tembok rumah menjadikan kita pribadi yang pendiam, pemarah dan seolah tidak ada yang mengerti perasaan kita sehingga sehari-hari di dalam rumah hanyalah kepura-puraan belaka. Pura-pura bahagia di depan pasangan, pura-pura menjadi anak yang alim di mata kedua orang tua kita dan berdrama menjadi lakon Ayah yang baik bagi anak-anak kita.

Celetukan si Karjo menjadikanku berfikir, “Ini bukan sembarang guyonan. Bisa saja dia sengaja berkelakar seperti itu karena ingin menyindir salah satu dari rekan ngobrolnya. Atau jangan-jangan yang Karjo maksudkan adalah kita semua?” batinku.

Tuesday, March 28, 2023

Bertemu dengan Penulis-Penulis Favorit: Impian yang Tak Tergoyahkan


Ali Ahsan Al Haris/2023

Karjo adalah seorang pembaca yang memiliki ketertarikan mendalam pada dunia sastra. Sudah sejak kecil, Karjo menyukai membaca buku-buku dari penulis terkenal. Setiap kali membaca sebuah buku, Karjo merasa seperti berada di dalam dunia yang berbeda, dan itu adalah pengalaman yang luar biasa.

Beberapa tahun terakhir ini, Karjo semakin terobsesi untuk bertemu dengan penulis-penulis buku yang pernah ia baca. Karjo merasa seperti mengenal mereka dari halaman-halaman buku mereka, dan ia ingin mengucapkan terima kasih langsung kepada mereka.

Karjo selalu membayangkan bagaimana rasanya bertemu dengan penulis favoritnya. Karjo membayangkan dirinya duduk di sebuah kafe dengan penulis tersebut, sambil minum secangkir kopi dan berbincang-bincang tentang karya mereka. Karjo ingin bertanya tentang inspirasi mereka, dan apa yang membuat mereka ingin menulis.


Namun, Karjo sadar bahwa impiannya untuk bertemu dengan penulis-penulis tersebut cukup sulit untuk diwujudkan. Mereka adalah orang-orang yang sibuk dengan jadwal yang padat, dan ia hanya seorang pembaca biasa, pengangguran dan berkali-kali gagal dalam asamara. Tapi Karjo tidak akan menyerah begitu saja.

Karjo mulai mencari tahu tentang acara-acara penandatanganan buku dan festival sastra yang diadakan di kotanya. Karjo berharap bisa bertemu dengan penulis favoritnya di acara tersebut. Namun, kebanyakan acara tersebut diadakan di kota-kota besar, dan ia tinggal di kota kecil yang jauh dari sana.

Monday, March 27, 2023

Yavi, si Juragan Thrift


 Yavi, si Juragan Thrift/aliahsanalharis/2023

Karjo dan Yavi adalah teman masa SMA yang tak terpisahkan. Yavi memiliki semangat berdagang yang tinggi dan berusaha mencari celah di mana saja untuk menjual barang. Ia sudah mencoba menjual berbagai jenis barang mulai dari kerupuk hingga tiket pesawat. Namun, usaha yang paling menonjol dari Yavi adalah menjual pakaian bekas atau sisa impor dengan merk-merk Luxury seperti Hermes, Gucci, Balenciaga, Prada, Bottega Veneta, Fendi, Valentino Garavani dll.

Pada suatu hari, Karjo mengalami pengalaman unik dengan Yavi. Saat itu, Yavi menghibahkan satu-satunya sepeda motor yang ia miliki ke sebuah yayasan pendidikan. Menurut Karjo, Yavi melakukan hal itu karena ia merasa iba melihat yayasan tersebut tidak memiliki kendaraan operasional, padahal program-program yang diselenggarakan di sana sangat bagus.

Baca juga: Menjerat Gus Dur

Kegiatan berdagang yang digeluti Yavi membuatnya sering ketinggalan pelajaran di sekolah. Namun, keberuntungan selalu berpihak padanya. Berbagai pertolongan datang dari berbagai arah, termasuk beberapa teman Karjo yang sering membantu menyelesaikan tugas-tugas Yavi dan mengisi kehadirannya di kelas.

Ketika Karjo dan rekan-rekannya naik kelas 3 SMA, Yavi sudah mampu membeli mobil Grand Max. Meski ia masih memiliki keterampilan menyetir yang terbatas, Yavi tetap bangga dan bersemangat mengendarai mobil barunya dari dealer ke tempat tongkrongan mereka.

Sunday, March 26, 2023

Sinau Bareng dengan Anakku


Berguru Kepada Anakku

Di acara Majelis Masyarakat Maiyah Relegi Malang edisi 96 di Rumah Maiyah Al-Manhal Malang, entah saat itu kita sedang bicara sub bab apa, kurang lebih Cak Yudi Rochmat mengatakan ke para jamaah yang hadir seraya menatap saya.

“Anak usia satu sampai dua tahun, sedang proses belajar What (Apa) dan Who (Siapa). Coba kita ingat kembali saat anak-anak kita di umur itu, pasti akan bertanya kepada orang tuanya dengan awalan apa dan siapa”. Saya lupa persisnya apa yang dikatakan Cak Yudi, kurang lebih ringkasnya seperti itu.

Selesai majelisan, apa yang diutarakan oleh Cak Yudi menancap betul dipikiranku. Saya mencoba memutar ulang memori dengan anak saya setahun kebelakang.

“Oh ya ya, pantes kok anak ku senengane tekok ae iki opo dan sopo. Tibake kuwi toh seng dimaksud karo Cak Yudi”, batinku.

Sebagai rasa syukur dan terima kasihku ke Cak Yudi, saat itu juga saya sering sinau bareng dengan anakku . Tak tenani sinauku, dengan bantuan sumber yang terbatas dan asal gayuh, ada beberapa poin yang aku catat dan pastinya perlu tambahan lagi dari pembaca yang budiman.

Saturday, March 25, 2023

Sulit Menulis Pengalaman


Sulit Menulis Pengalaman/Seri Tulisan Ramadhan/Ali Ahsan Al Haris

Di sebuah dusun kecil di pinggiran gunung Sawo, hiduplah seorang pria bernama Karjo. Karjo adalah seorang yang banyak pengalaman dalam berbagai bidang kehidupan, dari bekerja sebagai seorang pengusaha tanaman hias hingga aktivitas sosial budayanya di salah satu komunitas besar di Indonesia. Karjo banyak bertemu dengan tokoh-tokoh besar, mulai dari Presiden, ketua DPR, aktivis HAM dan penggiat lingkungan. Pengalamannya yang bagiku sangat berkesan adalah saat ia menjadi salah satu ring pertama Budayawan besar di negeri ini.

Setiap kali ia berbicara dengan orang lain, ia selalu menceritakan pengalaman-pengalaman tersebut dengan penuh semangat dan detail yang membuat pendengarnya merasa iri.


Namun, meskipun Karjo memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan yang luas, ia terkendala dalam menuliskannya. Setiap kali ia mencoba menuliskan ceritanya, ia merasa kesulitan untuk mengekspresikannya dengan baik dan mudah dipahami oleh pembaca. Ia merasa frustasi dan kecewa karena ia tahu bahwa pengalaman-pengalamannya dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, namun ia tidak mampu menuliskannya dengan jelas. Keinginannya untuk bisa menulis saya dapati saat ngopi di gubuk tempatnya Karjo dan rekan-rekannya berkumpul.

Friday, March 24, 2023

Karjo Lupa Jika Pernah Berjanji

Saat membaca buku “Hikmah Al-Fatihah – Konsep Tuhan Dalam Al-Quran” karangan Maulana Abdul Kalam Azad, saya terinspirasi untuk membuat cerita ini. Meski ceritanya tidak bisa mewakili isi buku, saya ingin membagi ke pembaca bahwa kita secara sadar saban hari bersumpah kepada Allah SWT. Dan kisah Karjo di bawah ini adalah bukti bahwa Allah SWT tidak pernah jauh dengan kita, malah kita yang menjauh. Pergi, hilang dan tersesat.

 
Karjo Lupa Jika Pernah Berjanji

Suatu hari, Karjo, seorang pemuda yang tinggal di desa Sawo, bertemu dengan Nurman, seorang penceramah terkenal di daerah tersebut. Keduanya saling berkenalan dan mulai berbincang-bincang tentang agama Islam.

Nurman lalu menanyakan kepada Karjo, "Apakah kamu pernah berjanji dengan Allah?" Karjo terlihat bingung dan menjawab bahwa dia merasa belum pernah berjanji dengan Allah. "Mengapa?" tanya Nurman lagi. Karjo menjelaskan bahwa dia belum memiliki kesempatan atau alasan untuk berjanji dengan Allah.

Mendengar jawaban Karjo, Nurman menyadari bahwa Karjo mungkin belum memahami sepenuhnya arti dari berjanji dengan Allah. Oleh karena itu, Nurman menjelaskan bahwa setiap muslim seharusnya memiliki janji dengan Allah dalam menjalani hidupnya, seperti janji untuk selalu menjaga keimanan dan berusaha melaksanakan kewajiban dalam agama Islam.

Thursday, March 23, 2023

Perjalanan Cinta pada Buku

Perjalanan Cinta pada Buku

Entah dimulai dari mana, sejak kecil Karjo memang telah memiliki kegemaran dalam membaca. Meskipun saat dia masih SD terbatas dalam akses bahan bacaan, ia tetap rajin membaca sebuah cerpen yang sama setiap malam. Beranjak dewasa dan memiliki akses yang lebih luas pada bahan bacaan, ia mulai memperluas cakupan bacaannya.

Kegemarannya pada membaca juga membangkitkan rasa ingin tahunya tentang karya para penulis dan bagaimana mereka bisa membuat karya-karyanya begitu inspiratif dan menginspirasi. Impiannya adalah bisa berbicara langsung dengan penulis dan mengetahui proses kreatif mereka dalam menciptakan karya.

Ketika Karjo lulus dari sekolah, ia memutuskan untuk tidak membiarkan pekerjaannya mengganggu kegemarannya dalam membaca. Dan kini, ia berhasil merampungkan tekadnya untuk meresensi 40 novel pada tahun 2021. Meskipun rencananya untuk meresensi 40 karya nonfiksi di tahun 2022 terhenti di tengah jalan, ia tidak menyerah dan terus berusaha.