Thursday, March 30, 2023

Santap Gagasan, Eka Kurniawan dan Kafe Baca

Santap Gagasan, Eka Kurniawan dan Kafe Baca

Nurman sangat berterima kasih kepada Karjo lantaran pernah mengajaknya ke acara #Santap_Gagasan di Kafe Baca pada tahun 2016. Karjo tahu jika Nurman sangat mengidolakan Eka Kurniawan, ia mengaku bahwa novel Cantik itu Luka menjadi alasan kuatnya untuk membaca karya sastra.

Saat Nurman dan Karjo tiba di Kafe Baca, tempat itu sudah dipenuhi oleh banyak peserta. Mereka kebingungan mau duduk di mana, beruntung ada Mas Isa yang membantu mereka mencarikan tempat duduk agar dekat dengan Eka Kurniawan. Acara yang semestinya dimulai pukul 7 malam agak molor karena Eka Kurniawan dan Mas Yusri Fajar datang terlambat, namun hal itu tidak membuat peserta acara menjadi lesu. Malah, semakin malam, peserta yang datang semakin banyak.


Kafe Baca bagi Nurman merupakan sebuah tempat yang sangat berarti. Keberadaannya di tengah-tengah banjir informasi yang semakin deras membuat Kafe Baca menjadi tempat yang cocok untuk memilah dan menyaring informasi yang hari ini begitu kompleks. Nurman menganggap Kafe Baca sebagai sebuah pulau yang dihuni oleh para penggiat yang selalu siap membagikan air jernih yang telah mereka kumpulkan selama perjalanan mereka.

Setelah acara tersebut, Nurman sering mengunjungi Kafe Baca bahkan saat tidak ada acara. Ia biasa memesan kopi sambil mengamati pelanggan yang sedang mengerjakan tugas, berdiskusi dan bermain gitar.

Nurman betah berlama-lama di sana dan mulai mengenal beberapa penggiat Kafe Baca seperti Mas Divad, Mas Isak, Prof. Jamal , dan lainnya. Kafe Baca menjadi tempat yang membuat Nurman merasa seperti berada di tengah-tengah kelompok yang memiliki minat yang sama.


Kini sudah tujuh tahun berlalu, Nurman sudah tidak pernah berkunjung ke Kafe Baca. Meski begitu, ia tidak pernah lupa untuk mendoakan para penggiat Kafe Baca agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan hidup, dan semangat yang kuat dalam menjalankan perjuangan mereka.

Tiga tahun kemudian setelah pertama kali menghadiri acara #Santap_Gagasan di Kafe Baca, Nurman mendapatkan kabar bahwa Eka Kurniawan akan kembali hadir di tempat yang sama untuk membahas karya terbarunya. Tanpa pikir panjang, Nurman langsung memutuskan untuk datang ke acara tersebut.


Sesampainya di Kafe Baca, Nurman merasakan atmosfer yang sama seperti ketika ia pertama kali datang ke sana. Cafe yang ramai dengan orang-orang yang sedang asyik membaca, mengerjakan tugas, atau sekadar berdiskusi membuat Nurman merasa betah.

Acara dimulai dengan sambutan dari pengelola Kafe Baca, Mas Isa, yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan Eka Kurniawan dan para peserta. Setelah itu, Eka Kurniawan membacakan cuplikan dari novel barunya yang berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Peserta yang hadir terkesima dengan cerita yang dibawakan oleh Eka Kurniawan.


Setelah pembacaan selesai, Eka Kurniawan memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya atau berdiskusi tentang novel barunya. Nurman yang sangat antusias langsung mengangkat tangan dan diberikan kesempatan untuk berbicara.

"Dalam novel Anda yang terbaru, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, cerita diwarnai dengan unsur kekerasan dan pembalasan dendam. Bagaimana pandangan Anda terhadap kekerasan dalam sastra?" tanya Nurman.


Eka Kurniawan tersenyum dan menjawab, "Saya percaya bahwa kekerasan dalam sastra merupakan cerminan dari kekerasan yang ada dalam masyarakat. Sastra seharusnya tidak menyembunyikan kekerasan, namun memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang akar permasalahan kekerasan itu sendiri."

Diskusi pun berlanjut dengan penuh semangat. Para peserta saling bertukar pendapat dan pandangan tentang sastra, kekerasan, dan peran sastra dalam masyarakat. Setelah acara selesai, Nurman tidak langsung pulang, ia tetap bertahan di Kafe Baca untuk ngobrol-ngobrol dengan para penggiat dan membaca buku-buku yang ada di sana.


Kafe Baca bagi Nurman bukan hanya sebuah tempat untuk makan dan minum, namun juga tempat untuk merenung, belajar, dan berbagi dengan sesama. Ia berjanji akan terus mengunjungi tempat tersebut dan mendukung perjuangan para penggiatnya.

Baca tulisan setial ramadhan 2023 di sini

No comments:

Post a Comment