Tuesday, April 25, 2023

Mencintai Panasnya Cuaca Surabaya

Rumah Kebersamaan Surabaya

Entah sekarang sedang musim kemarau atau tidak, suhu di beberapa wilayah di Indonesia diklaim mencapai 36-37 derajat celcius. Kenaikan suhu ini saya rasa sangat terasa untuk banyak orang, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah pegunungan yang di momen idul Fitri ini bodoan ke daerah pesisir. Efeknya, keluarga saya dan beberapa rekan memiliki masalah kesehatan seperti dehidrasi, mual, pusing, bahkan demam gara-gara cuaca yang akhir-akhir ini sangat panas.

Setelah istri saya terserang demam dan linu di persendian. Salah satu cara agar badan saya senantiasa sehat adalah dengan mengkonsumsi air mineral yang cukup banyak. Ia menjadi minuman yang paling aman dan sehat untuk dikonsumsi saat cuaca panas. Air mineral dapat membantu menghidrasi tubuh dan menjaga suhu tubuh tetap stabil. Selain itu, air mineral juga dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh dan mencegah dehidrasi.


Belakangan saya ketahui, hanya mengkonsumsi air mineral saja tidak cukup. Saran dari beberapa teman, saya juga harus mengurangi minuman yang mengandung kafein, atau gula berlebih. Minuman seperti kopi, teh, soda, atau minuman berenergi dapat meningkatkan dehidrasi dan membuat kita lebih cepat merasa lelah dan letih. Kita juga sebaiknya menghindari makanan yang berlemak dan pedas, karena dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat kita lebih mudah berkeringat. Namun, mengurangi konsumsi kopi dan yang manis-manis di momen idul Fitri aslinya cukup berat. Lha ya apa, setiap berkunjung ke rumah keluarga dan saudara, sajiannya Snack dan minumannya hampir seluruhnya mengandung gula yg cukup tinggi.

Selain mengkonsumsi air mineral yang cukup, kita juga perlu menjaga diri dari sinar matahari langsung. Gunakan payung atau topi untuk melindungi kepala dan wajah dari sinar matahari saat keluar rumah. Gunakan pakaian yang longgar dan berbahan ringan untuk membantu menjaga tubuh tetap sejuk dan nyaman. Bagi yang rumahnya beratap pendek dan minim ventilasi, saran saya pakailah pakaian yang tipis dan pendek saja, tentu dengan tidak lupa menghidupkan kipas angin. Saya saja ngerasa ampun saat memakai sarung dan celana jeans saat di dalam rumah. Jangan tanya bagaimana rasanya saat saya di luar rumah memakai sarung dan celana jeans. Haduhhhh

Selepas lima hari di Jepara, saya dan keluarga tiba di Surabaya (24/4). Terminal Bungurasih menyambut kami sekeluarga penuh kehangatan, keringat derodos dari dahi sampai ujung kaki. 

Daripada debat dan sambat, meridhai cuaca yang panas seperti ini memang sudah sepatutnya. 


No comments:

Post a Comment