Thursday, December 29, 2022

Jalan Aspal: Aksesibilitas dan Mobilitas


Jalan Aspal: Aksesibilitas dan Mobilitas

*Ali Ahsan Al-Haris


Jalan yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas manusia. Manfaat yang dapat dirasakan secara langsung seperti: Mengurangi waktu perjalanan antar tujuan, meningkatkan penggunaan waktu dan produktivitas, Memperlancar Arus Lalu Lintas, Meningkatkan aksesibilitas, Meningkatkan konektivitas dan Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan akses yang lebih mudah ke fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah dan tempat rekreasi.


Aspal sendiri adalah bahan yang terdiri dari bitumen dan agregat yang dicampur dan dibentuk untuk digunakan sebagai permukaan jalan. Bitumen adalah bahan mudah terbakar yang berasal dari minyak bumi atau minyak alami olahan. Agregat adalah batuan yang terdiri dari pasir, kerikil atau batuan yang digunakan untuk menambah kekuatan dan kestabilan aspal. Aspal dapat digunakan untuk membuat jalan, trotoar atau permukaan lain yang membutuhkan kekuatan dan daya tahan dalam kondisi cuaca dan lalu lintas.


Di Indonesia, mafhum kita temui jalan beraspal yang rusak atau berlubang, hal ini dapat terjadi dari berbagai faktor antara lain:
  1. Kondisi cuaca: Jalan beraspal dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem seperti panas yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, hujan lebat atau salju lebat. Kondisi cuaca ekstrim dapat menyebabkan aspal retak atau berlubang.
  2. Penggunaan berlebihan: Jalan aspal yang digunakan terus menerus oleh kendaraan berat atau lalu lintas padat dapat menyebabkan kerusakan atau benturan yang cepat pada jalan aspal.
  3. Penyusutan: Perkerasan aspal dapat menyusut atau kehilangan kekuatan karena usia atau kondisi cuaca buruk.
  4. Kualitas bahan yang buruk: Jalan beraspal yang terbuat dari bahan berkualitas rendah atau tidak cocok lebih mudah rusak atau berlubang daripada jalan aspal yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi.
  5. Kerusakan Akibat Kecelakaan: Jalan aspal dapat rusak atau rusak akibat kecelakaan seperti tabrakan kendaraan atau penyaradan.
Setelah kita mengetahui faktor yang membuat jalan beraspal rusak, lantas apa standar yang umum digunakan dalam pembangunan jalan aspal:
  • Ketebalan lapisan: Ketebalan lapisan aspal harus memenuhi persyaratan yang diberikan, tergantung pada jenis jalan dan beban lalu lintas. Ketebalan yang terlalu tipis akan mudah rusak, sedangkan ketebalan yang terlalu tebal akan memperlambat proses produksi dan menambah biaya.
  • Kualitas bahan : Bahan yang digunakan untuk memproduksi aspal harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, terutama aspal yang merupakan bahan utama. Aspal berkualitas buruk dengan mudah merusak aspal atau bertahan lama.
  • Pencampuran : Untuk mendapatkan aspal yang bermutu tinggi dan tahan lama, proses pencampuran bahan aspal harus dilakukan dengan benar.
  • Pengepresan : Proses pencetakan aspal harus dilakukan dengan benar untuk membentuk lapisan aspal yang seragam dan sesuai dengan spesifikasi yang diberikan.
  • Pemadatan : Untuk membentuk lapisan aspal yang kuat dan tahan lama, proses pemadatan aspal harus dilakukan dengan benar.
  • Proteksi: Pelapis bitumen harus dilindungi dari kondisi cuaca buruk selama perawatan atau pengerasan untuk mencegah kerusakan atau kehilangan kekuatan.

Sepengetahuan saya, Pemerintah biasa memperbaiki jalan saat menjelang akhir tahun. Kenapa tidak diperbaikinya di awal tahun atau tengah semester pertama saja? jawaban ini saya dapat dari rekan saya yang profesinya sebagai konsultan dinas. Proses pengadaan perbaikan jalan aspal di Indonesia biasanya meliputi beberapa tahapan, antara lain:
  1. Penyiapan dokumen: tahapan ini mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses pengadaan, seperti spesifikasi teknis, gambar peta dan lain-lain.
  2. Penyiapan dokumen pembelian: pada tahap ini dibuat dokumen pembelian berdasarkan pemilihan penyedia jasa perbaikan jalan aspal. Dokumen-dokumen ini biasanya terdiri dari dokumen spesifikasi, persyaratan teknis dan dokumen lain yang diperlukan.
  3. Tender: pada tahap ini diadakan lelang, di mana penyedia layanan perbaikan jalan aspal dipilih, yang dengannya kontrak dibuat. Lelang biasanya dilakukan secara terbuka atau tertutup, tergantung pada keadaan dan tingkat persaingan yang berlaku.
  4. Pemilihan penyedia jasa : pada tahap ini berdasarkan hasil pelelangan dipilih penyedia jasa perbaikan jalan aspal yang telah disepakati kontraknya. Pemilihan penyedia jasa biasanya dilakukan oleh panitia pengadaan yang ditunjuk oleh badan yang bertanggung jawab atas pengadaan tersebut.
  5. Tanda tangan kontrak: pada tahap ini, kontrak dibuat antara orang yang bertanggung jawab atas akuisisi dan penyedia layanan yang dipilih. Perjanjian ini memuat jangka waktu pelaksanaan, informasi teknis dan ketentuan lain yang harus dipatuhi oleh penyedia layanan.
  6. Pekerjaan perbaikan aspal: tahap terakhir adalah pekerjaan perbaikan aspal oleh penyedia jasa yang dikontrak. Perbaikan jalan aspal harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam kontrak dan harus dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Satu lagi yang masih membuat saya resah dan sering bertanya, mengapa saat perbaikan jalan aspal, para pengembang tidak membongkar aspal yang lama? karena bagi saya, hal ini mengakibatkan badan aspal semakin tinggi sehingga bangunan dan rumah warga di sepanjang samping jalan kala tinggi dengan badan aspal.

Kata rekan saya yang tadi, saat memperbaiki jalan aspal, tidak selalu perlu membongkar aspal lama. Pemeliharaan jalan aspal dapat dilakukan secara lebih efisien dan ekonomis dengan cara memperbaiki atau menambah lapisan aspal pada lapisan aspal yang sudah ada. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Penambahan lapisan aspal baru pada lapisan aspal yang sudah ada : Lapisan aspal baru dapat dicetak pada lapisan aspal yang sudah ada, dalam hal ini lapisan aspal yang lama tidak perlu dibongkar. .
  • Perbaikan Retak atau Lubang : Jalan beraspal yang rusak atau berlubang dapat diperbaiki dengan cara memperbaiki retak atau lubang pada aspal sesuai spesifikasi.
  • Penambahan bond atau overlay : Jalan aspal yang sudah tua dapat diperbaiki dengan menambahkan bond atau overlay di atas lapisan aspal yang ada. Lapisan ini menutupi retakan atau lubang pada lapisan aspal yang ada, sehingga tidak perlu membongkar lapisan aspal yang lama.
  • Pembongkaran lapisan aspal lama biasanya dilakukan hanya jika lapisan aspal lama tidak dapat diperbaiki lagi atau tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Selain itu, pembongkaran lapisan aspal lama membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara-cara di atas.
Ia menimpali lagi, standar keawetan jalan aspal tergantung pada beberapa faktor, antara lain: kualitas bahan yang digunakan, ketebalan lapisan, kondisi cuaca.

Standar daya tahan jalan aspal biasanya ditetapkan oleh mereka yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan dan bervariasi tergantung pada faktor-faktor di atas. Namun secara umum, standar keawetan jalan aspal adalah sekitar 7-10 tahun. Itu standarnya ya, tapi kita tahu sendiri kan kondisi jalan beraspal di negeri Wakanda.

No comments:

Post a Comment