Friday, August 23, 2024

Darmo Sang "Raja Jawa”

 

Darmo Sang "Raja Jawa"

Di sudut kampung yang kental dengan budaya Jawa, hidup seorang lelaki bernama Darmo, ia hidup harmonis dengan istri dan ketiga anaknya. Darmo berprofesi sebagai tukang mebel. Ekonomi keluarganya cukup mapan karena sering ekspor ke Eropa. Tak hanya dikenal karena keterampilan tangannya, Darmo juga dikenal sebagai orang yang sangat taat pada ajaran dan budaya Jawa. Langkah dan tutur katanya sangat sopan, membuat orang yang pertama kali mengenalnya terkagum-kagum. Sopan, murah senyum, pakaian yang ia kenakan sederhana dan guyub dengan masyarakat sekitar.

Namun dalam hati Darmo, ia merasa dirinya lebih dari sekadar tukang ukir. Ia merasa darah kebangsawanan mengalir dalam tubuhnya, meski ia sendiri tidak pernah tahu dari mana perasaan itu muncul.

"Perawa’an iki cocok dari rojo Jowo," gumamnya setiap kali bercermin.

Sunday, July 21, 2024

Tools nya Allah bisa dinego?

aliahsan27.blogspot.com


Tidak persis seperti yang saya tulis, ini murni interpretasi saya dari apa yang Mbah Nun katakan. “
Allah akan mempersiapkan apa saja yang kita inginkan. Mulai dari mental, sikap dan infrastruktur-infrastruktur lainnya”. Jika ingin memiliki mobil. Allah akan memberikan cukup uang dan kesempatan kepada kita untuk membayar jasa private menyetir mobil. Setelah itu Allah menaikkan kembali sumber rezeki kita untuk membeli mobil, membangun garasi dan seterusnya. 

Jika kita menginginkan sebuah kenaikan karir. Allah akan menyiapkan tools nya dengan memberikan kita masalah demi masalah yang harus diselesaikan. Sebagai seorang hamba yang beriman, wajib hukumnya kita senantiasa berprasangka baik dengan episode hidup yang Allah berikan. Bukan kemudian menyikapi masalah yang datang sebagai musibah. Katanya pengen baik karirnya! Kok dikasih Exam sama Allah wes nyerah. Dikasih tugas dari pimpinan sering tidak tuntas. Kolaborasi antar departemen dan lembaga external masih banyak miscommunication, sering menjadi paling pintar dan bisa, eh taunya gak bisa kerja. Gak bahaya ta!

Thursday, June 20, 2024

Ketika Segala Sesuatu Terhubung dengan Cara yang Misterius

aliahsan27.blogspot.com


Tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Setiap peristiwa, baik besar maupun kecil, jika kita renungi bakal mengantarkan kita pada pengalaman spritual yang luar biasa.

Pengalaman saya baru-baru ini —lebih tepatnya kepingan kejadian— memberikan pelajaran berharga tentang sinkronisitas.

Thursday, June 13, 2024

Profesional: Profesi, dan Personal

Profesional: Profesi dan Personal—aliahsanalharis

Saya sendiri belum menemukan standar seseorang disebut profesional. Begitu juga dengan tulisan ini, tidak lantas nguyahi segoro bagaimana menjadi seorang profesional.
 
Sepemahaman saya, sikap profesional muncul tidak hanya hubungan pekerjaan saja. Profesional lahir dari hubungan sosial. Di dalam dunia kerja, ada keterkaitan erat antara tiga aspek: profesionalisme, profesi, dan personalitas. Ketiganya membentuk fondasi kuat yang memengaruhi bagaimana kita menjalani dan merasakan pekerjaan kita sehari-hari. Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman saya bekerja di dunia F&B, serta bagaimana ketiga aspek ini memainkan peran penting dalam perjalanan karier saya.

Tuesday, March 12, 2024

Mengumpat

aliahsan27.blogspot.com


Saya ingin berbagi dua momen yang terjadi seminggu belakang.


Pertama, ada kebahagiaan yang tak terukur saat mengantar anak saya di kirab Ramadhan yang diadakan TPQ tempat ia belajar. Itu adalah pengalaman pertamanya berjalan kaki sejauh 2 KM untuk seorang anak berusia tiga tahun. Sepanjang jalan, dengan semangat dan guya-guyu, ia berseru "Marhaban Ya Ramadhan". Sebagai ayah, saya merasa sangat bangga dan bahagia, cukup sulit untuk mengungkapkan perasaan itu dalam kata-kata.


Namun, ada juga hari ketika saya merasa marah dan frustasi karena terlambat masuk kantor akibat kirab Ramadhan yang berlangsung di komplek sekolah di Jl. Bandung. 


Tapi kemudian, saat kendaraan saya mulai melaju, saya melihat anak-anak yang bersemangat mengikuti kirab. Seraya memutar tuas gas saya berpikir, membayangkan bagaimana jika anak saya ada di antara mereka, dan saya sedang mengumpat-umpat di depan mukanya.

Tuesday, January 16, 2024

Si Buta dari Stasiun


Tokoh utama di cerita ini bernama Mirta. Pengemis buta, compang camping dan pastinya, kere. Demi menyambung hidup, lelaki itu hanya mengharap belas kasihan orang lain. Kesehariannya mangkal di stasiun. Meski buta, telinganya sangat tajam menebak arah kendaraan dan karakter orang.

Kata Mirta, orang yang baik dapat dilihat dari sorot matanya. Bagaimana Mirta tahu, padahal dia sendiri buta. Ia tahu dari rekan-rekannya yang bisa melek.

Orang yang mau berbagi, orang yang baik kepada orang lain, orang yang energi hidupnya untuk mencintai sesama. Sorot matanya indah, sorot matanya teduh, pandangannya tenang, yang melihat menjadi ikut tenang.

Mirta. Si pengemis kere itu, sudah belasan tahun mangkal di stasiun. Ia hafal nama kereta beserta tujuannya. Ia banyak mendapat uang dari kereta kelas ekonomi. Kontras dengan apa yang didapatkan saat kereta eksekutif datang.

Kemudian pengemis buta yang kere itu bertanya ke rekannya yang bisa melek.

“Hai, bagaimana sorot mata penumpang kereta ekonomi?”,-ujarnya.

“Teduh. Matanya enak dipandang”, kata si melek.

Arjowinangun, 12 Januari 2024


Wednesday, January 3, 2024

Nuna & Bangun Pagi

Nunda dan Bangun Pagi

Nuna, kini ia berumur tiga tahun. Sebenarnya dia tidak susah tidur cepat di malam hari. Namun, Saya sering balik dari kerja jam 8 malam. Belum lagi saya harus mandi dan makan. Tandas menikmati masakan istri, saya bermain dengannya. Kita berdua ngobrol, mendengar ceritanya tentang tentang Kampung Durian Runtuh dan rekan-rekannya di rumah bermain sepakbola.

Jam 21:30 an, dia harus beranjak ke atas tempat tidur. Saya dan istri setiap hari bergantian membacakannya dongeng atau cergam. Kini dia mulai hafal setiap dongeng yang kami ceritakan padanya, mulai tokoh dan alur cerita. Saat kami membacakan cergam, beberapa kali dia menyela, kenapa setiap hari alur ceritanya berbeda. Saya dan istri saling toleh, kami merasa dia sudah tidak bisa dibohongi. Jika ditanya mengapa ceritanya berbeda, padahal gambarnya sama. Saya hanya menjawab, “Cerita bergambar itu tanpa teks, Papa dan Mama harus berimajinasi”. Entah dia paham atau tidak dengan apa yang kamu maksud.